| Peran voluntir dalam forum Belajar |
|
|
| Written by Administrator | |
| Tuesday, 23 September 2008 | |
![]() Sample image Peran relawan dapat dioptimalkan dalam jaringan penopang masyarakat dengan kerjasama dengan LSM (lembaga nirlaba) JAKARTA, NOVEMBER 1, 2007. Untuk pertama kalinya Perhimpunan Filantropi Indonesia (PFI) menggelar “forum belajar” di Jakarta hari ini dengan menampilkan pembicara ahli dari Amerika Serikat, David Warshaw, pendiri dan pimpinan Vistas Volunteer Management Solutions yang disponsori oleh GE dan Ford Foundation dengan tema “Strengthening Corporate and NGO Cooperation through Volunteerism” (Penguatan Kerjasama antara Perusahaan dan Lembaga Nirlaba Melalui Kerelawanan). “Kami menyadari besarnya tantangan untuk membangun negara kita yang tercinta dalam berbagai bidang terutama dengan banyaknya terjadi bencana dan keterpurukan di bidang ekonomi sejak krisis moneter sepuluh tahun silam,” kata Ismid Hadad, Ketua Badan Pengurus perhimpunan PFI. “Lembaga kami bertujuan untuk memperkuat kerjasama antar semua pihak yang peduli baik dari sektor korporasi, lembaga nirlaba, dunia pendidikan, untuk bahu-membahu menjalankan program-program kemanusiaan, pendidikan, bantuan bencana dan juga pembangunan warga, namun peran relawan dalam jaringan kerjasama ini masih dapat lebih dioptimalkan,” tambahnya. Dalam sesi setengah hari di Hotel Harris Jakarta, David Warshaw mengajak peserta untuk lebih dalam mengenal konsep relawan dan perannya baik di perusahaan maupun lembaga nirlaba. Ia juga berbagi pengalamannya memimpin GE Volunteers, salah satu organisasi global relawan-di-tempat-kerja yang terbesar di dunia, dan menggali potensi relawan sebagai penguat jaringan antar lembaga yang peduli untuk berkontribusi bagi masyarakat Indonesia. “Sejak 1997 para karyawan kami sering menjalankan program sosial sebagai relawan. Apa yang kami rasakan sebagai relawan ketika program kami membuahkan hasil merupakan kepuasan yang sama besarnya dengan pencapaian di dunia kerja. Ketika saya ikut membangun rumah bagi warga terkena bencana tsunami di Aceh, saya turut merasakan bahwa kami tidak hanya berkontribusi dalam hal pendanaan dan pengerjaan pembangunan rumah ini saja, tapi juga dalam hal membangun kembali harapan dan semangat hidup dari masyarakat tertimpa bencana,” kata Gatot Prawiro, Country Executive GE Energy yang pagi itu hadir sebagai salah seorang relawan dari GE Volunteers yang membuka sesi forum belajar ini. “Banyak karyawan kami yang juga mempererat hubungannya dengan rekan kerja, warga setempat, bahkan anggota keluarga mereka yang juga turut menyumbangkan tenaga dan pikirannya,” kata Gatot yang telah menjalankan kerja relawan sejak chapter Indonesia dari GE Volunteers didirikan di tahun 1998. “Kami mengambil inisiatif kontribusi juga berkoordinasi dengan sesama rekan kerja yang bervoluntir juga rekan-rekan dari LSM.” “Memang selain secara efektif membantu berjalannya program-program sosial, voluntir-di-tempat-kerja dapat mempererat jalinan kerjasama antara lembaga terkait maupun antar karyawan sendiri,” kata David Warshaw yang juga kerap menjadi pembicara mengenai “volunteerism” di berbagai forum di bidang tanggungjawab sosial dan pengembangan warga. “Saya sangat senang bekerja dengan LSM dan dunia usaha Indonesia untuk tujuan bersama yaitu membantu warga melalui kolaborasi dan kerelawanan,” tambah David mengomentari kunjungannya di Jakarta. GE baru-baru ini terpilih sebagai salah satu dari sembilan perusahaan AS yang dinominasikan untuk menerima Award for Corporate Excellence, sebuah anugrah tahunan dari Menteri Luar Negeri (Secretary of State) Amerika Serikat. Nominasi ini diberikan pada GE di Indonesia untuk kontribusinya dalam membantu daerah tertimpa bencana tsunami, juga kegiatan voluntir yang dijalankan para karyawannya dan fokus kontribusinya pada program-program pendidikan di Indonesia. Forum belajar ini diharapkan akan berlangsung secara reguler sebagai kegiatan PFI untuk memperkuat kerjasama antar lembaga di bidang filantropi dan kemanusiaan. Tentang GE Volunteers GE Volunteers adalah gabungan para karyawan GE (General Electric Company) yang membaktikan waktu dan tenaganya sebagai relawan, baik untuk program pendidikan maupun program sosial lainnya. Saat ini ada lebih dari 50,000 (lima puluh ribu) relawan GE yang tersebar di 50 negara di seluruh dunia. Tentang GE GE (General Electric Company) adalah perusahaan aneka teknologi, media dan jasa finansial dengan fokus pada usaha mengatasi sebagian masalah terberat yang dihadapi dunia. Dengan produk dan jasa dari mulai mesin pesawat, pembangkit listrik, pengolahan air dan teknologi sekuriti sampai pencitraan medis, pembiayaan usaha dan konsumer, juga konten media. GE dirintis oleh salah satu pendirinya, Thomas Alva Edison, yang menginspirasi identitas “GE imagination at work” yang berpusat pada inovasi. Saat ini GE beroperasi di lebih dari 100 negara dengan lebih dari 300,000 karyawannya termasuk di Indonesia dimana GE telah hadir sejak sekitar tahun 30an. Untuk keterangan lebih lanjut kunjungi www.ge.com/southeastasia Tentang Perhimpunan Filantropi Indonesia (PFI) PFI yang lahir awal 2007 merupakan lembaga nirlaba dan mandiri yang dimaksudkan untuk memajukan kepentingan para pelaku filantropi, baik yang berasal dari sektor pemberi, pengelola/penyalur/perantara ( intermediary), maupun penerima bantuan, atas dasar prinsip kemitraan, kesetaraan, keberagaman, keadilan, universalitas filantropi dan kebangsaan Indonesia. Kegiatan-kegiatan PFI meliputi kegiatan edukasi, informasi, advokasi dan fasilitasi demi kemajuan bangsa melalui pengembangan kerjasama dengan ketiga pilar pelaku filantropi tersebut. PFI berkantor pusat di Jakarta dan membuka keanggotaan bagi individu dan organisasi baik Lembaga Swadaya Masyarakat maupun korporasi. Contact |
|
| Last Updated ( Tuesday, 14 July 2009 ) |



Pembicara ahli dari AS, David Warshaw memberi paparan tentang peran voluntir dalam forum belajar per...
Program Pundi Perempuan digagas oleh Komnas Perempuan sejak tahun 2003 sebagai wadah penggalangan da...
PFI mengadakan Rapat Umum Anggota yang Pertama sejak PFI sebagai institusi lahir pada pertengahan 20...
Adalah pertemuan-pertemuan berkala untuk bertukar pikiran, pengalaman dan pengetahuan tentang kederm... | Informasi |
| Edukasi |
| Advokasi |
| Fasilitasi |
| Jenis Filantropi |
| Governance |